Thursday, August 13, 2020

|

34 C
Indonesia

|

|

Harlah ke-107, Muhammadiyah Harus Tetap Loyal dan Kritis

Berita Terkait

DPD Partai Golkar Lampung Laporkan Kesiapan Pilkada Ke DPP

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Lampung yang dipimpin Ketua Arinal Djunaidi, melakukan rapat konsolidasi melalui...

Awas, Whatsapp Bisa Diretas Lewat kiriman File Video

Politikindonesia - Aplikasi pesan instan WhatsApp memiliki celah keamanan yang bisa disusupi peretas melalui kiriman file video berformat...

Sore Ini, Elit Partai Berkarya Kunjungan Politik ke DPP PKS

Politikindonesia - Partai Berkarya tengah menjajaki kerja sama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera. Target jangka pendeknya adalah helat...

Politikindonesia – Memasuki usia ke-107 tahun pada Senin, (18/11), Muhammadiyah sebagai gerakan masyarakat madani diharapkan tetap menjadi penyeimbang, mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah.

Harapan tersebut disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

“Saya berharap organisasi ini tetap eksis dan menampilkan kiprahnya yang bermanfaat bagi umat manusia, tidak hanya bagi umat Islam,  (tapi) sejalan dengan misi rahmatan lil alamin,” ujar Din kepada pers, di Jakarta, Senin (18/11). Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuturkan, Muhammdiyah punya prinsip tentang amar maruf nahi munkar. Muhammadiyah jangan kehilangan elan vital sebagai mitra kritis pemerintah.

Sebagai ormas Islam yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah diharapkan tidak terjerembab pada politik kekuasaan yang akan menumpulkan peranannya sebagai civil society.  

Din mengatakan, ketika partai-partai politik tidak lagi menjadi agen perubahan, maka ormas harus tetap menjaga tugas tersebut.

“Di tengah suasana terakhir ini, kekuatan-kekuatan sosial politik kita secara umum banyak yang tiarap. Maka harapan kita kepada ormas, jangan kehilangan elan vital kemandiriannya,” harapnya.

Din menegaskan, Muhammadiyah tidak boleh kehilangan daya kritis jika pemerintah sudah menyimpang dari UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

“Saya kira Muhammadiyah loyal dan kritis. Loyal pada negara Pancasila namun tidak kehilangan kritisnya,” tandas dia. (tih/kap/rin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

DPD Partai Golkar Lampung Laporkan Kesiapan Pilkada Ke DPP

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Lampung yang dipimpin Ketua Arinal Djunaidi, melakukan rapat konsolidasi melalui...

Profesor China Klaim Sukses Bikin Bayi Rekayasa Genetik

Politikindonesia - He Jiankui, seorang profesor dari universitas di Shenzhen, Cina mengklaim telah berhasil  membuat  bayi manusia pertama di dunia yang berasal dari rekayasa...

Meriahnya Expo dan Jambore Lintas Komunitas II – 2018

Politikindonesia - Kegiatan Expo dan Jambore Lintas Komunitas II – 2018 yang dihelat Polres Tulang Bawang berlangsung sangat meriah. Acara yang menjadi ajang silahturahmi...

Sikap Politik Bang Yusril dan Nasib PBB

Politikindonesia - Sikap Bang Yusril Ihza Mahendra yang seolah menyalahkan Paslon Prabowo-Sandi terkait sikap Partai Bulan Bintang (PBB) yang belum resmi memberikan dukungan menurut...

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6 Persen

Politikindonesia - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00 persen. Demikian pula...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -