Thursday, October 22, 2020

|

22 C
Indonesia

|

|

Awas, Whatsapp Bisa Diretas Lewat kiriman File Video

Berita Terkait

DPD Partai Golkar Lampung Laporkan Kesiapan Pilkada Ke DPP

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Lampung yang dipimpin Ketua Arinal Djunaidi, melakukan rapat konsolidasi melalui...

Harlah ke-107, Muhammadiyah Harus Tetap Loyal dan Kritis

Politikindonesia - Memasuki usia ke-107 tahun pada Senin, (18/11), Muhammadiyah sebagai gerakan masyarakat madani diharapkan tetap menjadi penyeimbang,...

Sore Ini, Elit Partai Berkarya Kunjungan Politik ke DPP PKS

Politikindonesia - Partai Berkarya tengah menjajaki kerja sama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera. Target jangka pendeknya adalah helat...

Politikindonesia – Aplikasi pesan instan WhatsApp memiliki celah keamanan yang bisa disusupi peretas melalui kiriman file video berformat MP4.

Hal tersebut diakui layanan media sosial populer, Facebook setelah mendeteksi bug CVE-2019-11931 yang disematkan di dalam video untuk menyerang korban.

Seperti dilansir ZDNet, Facebook beralasan celah keamanan ini dipicu oleh proses parsing atau penguraian metadata file MP4. Celah ini bisa digunakan untuk serangan DoS (Denial of Service) atau RCE (Remote Code Execution).

Facebook mengatakan, ada sejumlah versi WhatsApp yang rentan serangan siber seperti versi Android 2.19.274 dan iOS 2.19.100, WhatsApp for Business versi Android 2.19.104 dan iOS 2.19.100.

Peretas juga menyasar WhatsApp versi Windows dengan pembaruan 2.18.368 dan versi 2.25.3 untuk Enterprise Client.

“WhatsApp akan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan layanan. Maka dari itu, kami mengumumkan secara langsung terkait masalah peretasan ini,” kata Juru Bicara WhatsApp seperti dilansir Forbes.

Sebelumnya, celah keamanan WhatsApp juga sempat disusupi spyware Pegasus milik NSO Group asal Israel. WhatsApp dan induknya Facebook menuduh bahwa perusahaan itu menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang dan melakukan pengawasan.

Serangan itu terjadi antara bulan Januari 2018 hingga Mei 2019, NSO membuat akun WhatsApp yang digunakannya untuk mengirim kode jahat ke perangkat yang ditargetkan.

Ketika NSO tidak dapat memecahkan enkripsi WhatsApp, perusahaan mengembangkan malware-nya untuk mengakses pesan dan komunikasi pada perangkat yang ditargetkan.

Sementara NSO mengklaim teknologinya telah membantu intelijen pemerintah dan lembaga penegak hukum menggagalkan serangan teroris besar, membawa pulang anak-anak yang diculik dan menghentikan para pedofil dan penjahat lainnya.
(tih/kap/rin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

DPD Partai Golkar Lampung Laporkan Kesiapan Pilkada Ke DPP

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Lampung yang dipimpin Ketua Arinal Djunaidi, melakukan rapat konsolidasi melalui...

Profesor China Klaim Sukses Bikin Bayi Rekayasa Genetik

Politikindonesia - He Jiankui, seorang profesor dari universitas di Shenzhen, Cina mengklaim telah berhasil  membuat  bayi manusia pertama di dunia yang berasal dari rekayasa...

Meriahnya Expo dan Jambore Lintas Komunitas II – 2018

Politikindonesia - Kegiatan Expo dan Jambore Lintas Komunitas II – 2018 yang dihelat Polres Tulang Bawang berlangsung sangat meriah. Acara yang menjadi ajang silahturahmi...

Sikap Politik Bang Yusril dan Nasib PBB

Politikindonesia - Sikap Bang Yusril Ihza Mahendra yang seolah menyalahkan Paslon Prabowo-Sandi terkait sikap Partai Bulan Bintang (PBB) yang belum resmi memberikan dukungan menurut...

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6 Persen

Politikindonesia - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00 persen. Demikian pula...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -